Archive for September, 2007

Solid state…the real solid brain..

Posted in cuap-cuap, lecture on September 28, 2007 by uklam

2 minggu lalu disepakati bahwa pada tanggal 28 Septemebr 2007 pukul 15.00 di ruang G.402 akan diadakan kuis I kuliah zat padat II…..kontan aja semua mulai berbenah untuk menyiapkan kuis mata kuliah yang terkenal solid, sulit lulus :-)

persiapan 2 minggu seharusnya cukup untuk bisa menguasai konsep setidaknya hafal karakter soal dari sang dosen. sehingga semua peserta kuis dapat bekerja maksimal dan hasilnya menggembirakan.

cross roadtapi apa benar seperti itu ?? :P

fakta membuktikan, bahwa ketika seorang semakin memahami karakter soal kuis mata kuliah fisika zat padat I ternyata tidak mutlak sebanding dengan performa saat mengerjakan kuis. hampirseparuh perserta kuis menyatakan bahwa soal yang diberikan diluar prediksi. padahal berdasarkan keterangan dari dosen pengajar, soal tersebut adalah soal kusi pada tahun 2005. tidak ada perubahan sama sekali selain tempat dan waktu pelaksanaan kuis.

data di lapangan menunjukkan bahwa seluruh peserta kuis memiliki arsip soal dan pembahasan soal-soal kusi terdahulu dan mereka semua sudah mengerjakan ulang dengan tekun dan benar.

nah pertanyaannya adalah, bagaimana bisa suatu konsep (kalo emang bener) yang udah dipegang dan sejarah soal kuis udah dipelajari dengan benar kok bisa kesulitan saat mengerjakan soal yang sesungguhnya yang nggak jauh dari apa yang udah dipelajari.

maka apa yang sedang terjadi???? :-?

I Love My Suffering

Posted in cuap-cuap, lecture on September 25, 2007 by uklam

Hari yang paling mendebarkan sepanjang masa perkuliahanku disemester ini adalah hari selasa. Mengapa? karena hari itu aku harus kuliah medan elektromagnetik. Sebenarnya kuliahnya nggak beda jauh ama kuliah fisika lainnya. hanya saja yang membuat spesial adalah dosen pengajarnya. Dosen pengajar mata kuliah ini selalu membimbing dan menuntut mahasiswanya untuk mempunyai wawasan yang luas baik itu wawasan tentang mata kuliah, tentang fisika, tentang hidup dan semua harus serba luas, akurat dan logis.

Memang sangat masuk akal sebagai seorang pengajar beliau harus berhasil mentransfer ilmu yang dimilikinya kepada para anak didiknya. Sebab merekalah yang nantinya meneruskan bangsa ini. Kalau penerusnya nggak paham dengan dunianya, dunia fisika maka pastilah Naga Bonar berkata ” APA KATA DUNIA??? “.

Dari semua metode pembelajaran aku menilai itu sangat bagus untuk merangsang dan memaksa mahasiswa untuk belajar dengan keras. hal ini diwujudkan dengan selalu ada Tugas dan Tes disetiap pertemuan.. Tentunya secara ideal semakain banyak tugas dan tes berarti semakin sering pula mahasiswa itu belajar yang diharapkan berimbas pada peningkatan penguasaan mahasiswa terhadap ilmu yan dipelajarinya.

Namun apa yang terjadi jika tugas itu satu kelas sama jawabannya? dan apa yang terjadi jika tes-tes itu mengecewakan hasilnya? aku bisa mengatkan bahwa Sang dosen pastilah jengkel, marah, kecewa, bingung dan seabreg perasaan lainnya.. Sehingga yang bisa dilakukannya adalah terus memancing mahasiswa dengan pertanyaan-pertanyaan yang sangat fundamental dalam setiap penjelasaanya. Akan tetapi pertanyaan fundamental itu bagaikan bertepuk sebelah tangan, tanpa jawaban yang tepat.

Selain dengan tes dan tugas, Sang Dosen sering memberikan berbagai komentar yang menurut sebagian besar mahasiswa komentar seperti itu sangat menyakitkan..pelan sih..tapi dalam…

nah dalam komentar2nya itu banyak mahasiswa yang merasa dirugikan dan jengkel . Akan tetapi semua rasa itu harus diterima karena sudah merupakan konsekuenasi logis akan kelemahan setiap mahasiswa. Dan sebagai pengajar yang ingin mahasiswanya berhasil, Sang Dosen sering berpesan “Penderitaan Itu Harus Dilalui”. maksudnya adalah penderitaan selama mempelajari matakuliah tersebut.

Akhirnya karena sering mengalami masalah seperti itu , maka para mahasiswa sepakat untuk memberinya julukan “kuliah yang penuh dengan kekerasan epistimologis”.Mengapa? karena semua advise yang dilontarkan pak dosen diucapkan dengan pelan, tenan, innocense dan benar2 menusuk. Istilah teman2 pelan siih…tapi dalam… benar2 langsung mengena.

namun demikian nggak ada pilihan lain selain harus menikmati dan berusaha mewujudkan semua advise dari Bapak dosen.

Yup karena kita adalah physicsist

Bubar…bubar…bubar…

Posted in cuap-cuap, geofisika on September 25, 2007 by uklam

Setelah merencanakan tuk bisa kumpul bareng adek-adek geofisika mulai 2007 sampe 20XX akhirnya hari ini terwujud juga dalam acara buka bareng. Meskipun acaranya sederhana dan gak semua bisa datang karena memang mereka punya aktivitas lain yang waktunya bersamaan, acara buka bareng mempunyai arti lebih dari sekedar kumpul-kumpul dan makan bersama setelah seharian kelaparan (puasa :P ).

Dengan dihadiri 2 orang dosen, Pak Anang dan Pak Seno acara ini dapat terasa hangat dan akrab. Mulai dari perkenalan adek-adek terbaru hingga gojlokan yang khas, semua berbaur untuk saling mengenal dan memang dalam acara yang singkat itu berhasil menumbuhkan rasa optimisme yang baru untuk bersama-sama mencari ilmu, berkarya membangun Geofisika ITS dan Bangsa yang lebih maju dan punya daya tawar tinggi.

Allah nggak tidur

Posted in cuap-cuap on September 24, 2007 by uklam

Sekedar cerita dari seorang teman di milist. aku merasa ini adalah suatu yang sangat berarti jadi aku pikir baik kalo ini aku posting ke blog biar bisa bibaca oleh orang banyak. semoga bermanfaat :-)


Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11
malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini.
Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat
berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap
sudah, badan yang lelah ditambah dengan “acara” kehujanan.
Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi
goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana.
Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang
sendirian ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.
Dia menyilahkan saya duduk. “Disini saja dik, daripada kehujanan…,”
begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.
Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang
pekat.
Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya
berkata, “tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja.”
Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk.
Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah
pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar.
Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera saja,
mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung
mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, “Wah hujannya tambah deras nih,
orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?” Bapak itu menoleh kearah
saya, dan berkata, “Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya..” katanya sambil
menghisap rokok dalam-dalam.
“Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?” kata saya, “Wah,
rezekinya jadi berkurang dong ya?” Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja
tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya
akan membuat Bapak itu tambah sedih.
Namun, agaknya saya keliru…
“Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu
katanya. “Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan
begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah,
walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya.”
Bapak itu melanjutkan, “Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung
kalau besok masih hujan…..”.
Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, “Gusti Allah ora sare”.
Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya.
Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya,
tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Maknanya terlampau
dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di
hadapan Tuhan.
Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi
banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi,
dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat,
bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus
bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun
rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah
berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi
petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang
mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.
Hmm…saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu
pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak dibenak saya.
“Ya Allah, Engkau Memang Tak Pernah Beristirahat” Untunglah,hujan telah
reda, dan sayapun telah selesai makan.
Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora
Sare….. Gusti Allah Ora Sare…..
Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya.
Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara
yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat
hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin
banyak belajar.
Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan
sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia,
harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin
ada hal yang menakjubkan saya lakukan.
Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap
doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah
kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya
tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan
istimewa.
Aku berdoa agar diberikan kekuatan…Namun,
Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.
Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan…Namun,
Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.
Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…Namun,
Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.
Aku berdoa agar diberikan keberanian…Namun,
Allah memberikanku persoalan agar aku mampu menghadapinya.
Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang….. Namun,
Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku
dapat berbagi dengannya.
Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan…Namun,
Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.

A lot of sort messages at the darkness of my room

Posted in cuap-cuap on September 24, 2007 by uklam

malam ini seperti yang nggak aku duga. ketika jam di hpku mendekati pukul 00.00 dengan lancarnya beberapa sms masuk memenuhi inboxku.

aku sama sekali nggak menduka akan ada kejadian seperti ini. karena seperti tahun-tahun yang lalu justru aku nggak ingat peristiwa bersejarah apa yang terjadi pada diriku pada tanggal yang sama, 24 september. Biasanya adalah teman-teman yang mengingatkan.

terus terang aku merasa senang, bahagia, bingung, sedih dengan peristiwa yang terus terulang tiap tahun yang ditandai dengan berbagai ucapan dari teman-teman.

Ya, hari ini usia di KTPku bertambah, tapi usiaku yang sesungguhnya telah berkurang. apa yang telah terjadi selama 23 tahun berlalu?aku nggak yakin akan apa yang udah aku lakukan memiliki efek posisitf yang berarti bagi diriku sendiri dan semua yang disekitarku. tapi setidaknya denganteman-teman disekitarku aku merasa hidup jadi lebih berarti dan sangat sia-sia untuk dilewatkan begitu saja tanpa sesuatupun yang berarti.

Semoga harapanku, harapan orang-orang disekitarku dapat aku wujudkan, dapat terwujud dan dikabulkan olehNYA. amin

 the last meeting

terima kasih buat Fida, Mamat, Adekku tersayang, Fufu, roiyatun, Desi, Adiyah, Nila, Rosyid dan semua yang aku nggak sanggup untuk sekedar menuliskannya di blog ku sebagai tanda sayang dan terima kasih. semoga kalian memahami semua ini. juga doa terbaik sepanjang masa untuk kebahagian dan ketenangan sahabat, saudaraku tercinta yang telah berbeda dunia, Nur Syahid.

 

Antara tantangan dan tantangan

Posted in lecture on September 20, 2007 by uklam

Geotermal adalah satu mata kuliah yang aku ambil semester ini. meskipun masa perkuliahan udah masuk pada minggu ke-5 tapi bagiku hari ini adalah hari pertama kuliah geotermal karena pada minggu pertama dan kedua aku nggak masuk kuliah untuk keperluan “masa depan” :-) dan minggu ketiga dan keempat kuliah nggak ada karena dosennya nggak datang.

karena ini hari pertama maka tepat pukul 9 aku udah ada di ruang kuliah. ternyata niatku bener2 dijuji, nggak ada satupun teman sekelas yang muncul begitu juga dosennya. maka aksi searchingpun berjalan, aku cari jadwal kuliah dan aku lihat dimana tempat kuliah seharusnya berada. sesuai jadwal aku harus berada di lantai 4 untuk kuliah geotermal tapi ketika sudah sampai dilantai 4 tak satupun tanda-tanda kehidupan kutemui. hanya ac dan kipas angin yang terus berputar meramaikan suasana kelas.

setelah 15 menit di lantai 4 aku kembali turun ke lantai 1 untuk cek jangan2 kelas dipindah di lantai 1. tapi tetap aja ketika sampe lantai 1 tak ada tanda2 kuliah. untung ada teman lain yang juga duduk2 nggak ada kerjaan, jadinya aku dapat teman ngobrol dan sharing seputar kuliah. sekitar 15 menit ngongkrong tanpa tujuan akhirnya setitik pencerahan muncul, seorang teman satu kelas geotermal muncul dan mengatakan ada kuliah dan dosennya udah masuk dari tadi…:-? dengan nggak percaya aku ikuti aja temanku satu itu. Dan benar sajakuliah udah dimulai dan aku teringgal beberapa menit.

tampaknya kuliah dimulai ketika aku masih dalam proses searching :-( dengan tanpa gambaran apapun aku masuk kelas untuk ikut kuliah. Dalam kelas pak dosen udah ngomong panjang sekali tentang konsep2 fisika pada geotermal. dan tak lama berselang seluruh isi kelas meluncur ke laboratorium komputasi untuk melakukan aktivitas komputasi dalam menentukan gradien temperatur tiap kedalaman. meskipun sangat abstrak (atau tepatnya blank) aku ikuti aja alur perkuliahan. dalam laboratorium komputasi itulah pak dosen memberikan tugas programming yang aku nggak dapat memahami seutuhnya apa yang diinginkan dalam tugas itu. meskipun masih bingung tetap aja aku menerima tugas itu dengan mantap antara tertantang dan ditantang. meskpun di kepala ini masih berputar-putar apa sih maksud dari tugas ini??? begitu dosen keluar ruang, ternyata nggak cuman aku aja yang nggak ngerti maksd tugas itu, tapi juga seluruh peserta kuliah itu juga nggak paham apa yang diinginkan pak dosen dalam tugasnya itu. karena harus kuakui memang

confused

penjelasan pak dosen itu masih sangat abstrak dan belum bisa memberikan gambarang yang jelas pada kami. barang kali soal komunikasi aja.
confuse
dengan kepala berputar-putar aku tinggalkan laboratorium komputasi menujumarkas besar, laboratorium geofisika. berharap menemukan pencerahan.. tapi sampai saat ini aku belum menemukan setitik pencerahan apapun. mungkin memang benar ini soal komunikasi aja. jadi masih harus mencari kejelasan pada sang dosen tentang maksud dari penugasannya.

semoga tantangan ini akan segera kujawab dengan tepat.

kerja bakti…….

Posted in geofisika on September 19, 2007 by uklam

capek habis kuliah seharian ternyata ada hiburan looking-looking di ruang baca cari2 buku tentang limestone reservoir dan log analysis….akhirnya setelah berputar-putar dalam ruang baca akhirnya aku menemukan bkuu tentang sedimentary rock, buku yang tepat, cocok untuk mencari informasi tentang limestone :-) nah ketika lagi asyik mencari-cari ternyata ada adek2 kelas yang berkumpul di ruang sebelah. kukira ada kuliah, ternyata aku ada jadwal briefing praktikum lanjut. yah akhirnya dapat aktivitas juga :-) dengan segera bersama teman sesama asisten aku langsung menuju kelas untuk memberi briefing. Dan semua berjalan dengan lancar.

Dengan adanya satu aktivitas pemicu-aku sebut pemicu karena dengan briefing tadi aku jadi seperti dapat energi dan mtivasi untuk melakukan hal lain yang akan bermanfaat- juga karena ada dua orang teman satu lab yang udah mendeklarasikan diri sebagai relawan untuk mencuci gelas yang ada di lab akhirnya proses kerja bakti membersihkan lab pun berlangsung dengan penuh semangat tanpa adanya perencanaan apapun.

Dengan berbekal semangat dan tentunya peralatan kebersihan lab, pembersihan lab mulai dari gelas, lantai, meja, kaca, komputer, work station hingga kertas-kertas bekas semua bersih dari pandangan. Akhirnya laboratorium geofisika milik Prodi Geofisika ITS kembali bersih, rapi dan harum.

kalo udah kayak gini pasti semua orang bakal betah berlama-lama di lab sehingga semoga bisa mendongkrak produktivitas….Amin… :-)

Lapisan Ozon Kian Kritis Pada 20 Tahun Mendatang

Posted in Environment on September 18, 2007 by uklam

Lapisan ozon di Bumi akan makin kritis pada 10 hingga 20 tahun mendatang, menyusul kian meningkatnya konsentrasi emisi gas rumah kaca.

“Untuk 10 hingga 20 tahun mendatang kondisi lapisan ozon di Bumi akan semakin kritis jika tidak ada satu pun tindakan yang merujuk pada Konvensi Wina tahun 1985, juga Protokol Montreal tahun 1987 serta berbagai amandemen dan penyesuaiannya,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Michel Jarraud, dalam siaran persnya yang diterima oleh ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dikatakannya, berbagai gas buang, seperti “chlorofluorocarbons” (kloroforkarbon dan hidrokloroforkarbon) telah semakin memperburuk kondisi lapisan ozon di Bumi.

“Ketika berbagai elemen gas di dalam ozon mulai meningkat, maka amat dibutuhkan cara yang penuh dengan kehati-hatian untuk melakukan perbaikan pada lapisan ozon itu. Berbagai perubahan pada iklim global memiliki banyak implikasi pada perbaikan lapisan ozon itu,” kata Jarraud.

Menurut dia, dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca pada lapisan atmosfir Bumi, maka lapisan ozon di daerah kutub-kutub Bumi akan semakin menyusut.

“Padahal secara alamiah lapisan ozon dapat melindungi makhluk hidup di Bumi dari sinar ultraviolet (UV) yang dapat mengakibatkan kanker atau katarak,” katanya.

Secara faktual, emisi gas rumah kaca dapat semakin meningkatkan suhu pada permukaan Bumi, padahal dengan lapisan ozon itu lapisan atmosfer di Bumi dapat semakin diturunkan atau didinginkan.

Hal tersebut kembali dipresentasikan oleh WMO dalam makalah yang menandai ulang tahun ke 20 dari badan resmi PBB yang dibentuk berdasarkan Protokol Montreal mengenai berbagai hal yang dapat mengurangi lapisan ozon itu.

Pada tahun 2007 ini, lubang pada lapisan ozon di Antartika tampak lebih besar dibandingkan pada 2006 lalu yang merupakan lubang paling besar serta paling parah yang pernah dicatat.

“Dalam beberapa minggu terakhir ini pertumbuhan dari lubang itu tampak sama seperti yang telah diamati pada 2006. Tetapi saat ini sangat dini untuk mengatakan seberapa besar lubang pada lapisan itu,” tambah Jarraud.

Sumber : http://www.antara.co.id

Sandal jepit dan kesewenang-wenangan

Posted in cuap-cuap on September 18, 2007 by uklam

Jumat kemaren merupakan jumatan pertama dibulan Ramadhan…karena telat akhirnya hanya bisa duduk di barisan paling belakang sambil mendengarkan khutbah dari sang khatib yang tetap bersemangat meskipun panasnya ampun-ampun :-) > Nah karena diluar itulah aku bisa mengamati setiap perilaku para jamaah ketika hendak menuju masjid, mau masuk masjid. Dari sebagian perilaku yang aku lihat itu aku jadi malu sendiri sebagai mahasiswa sebuah kampus ternama di Indonesia timur, ITS terlebih lagi kalau harus disandingkan dengan agama. Betapa seorang muslim akademisi, dari golongan terdidik dan terpelajar ternyata kesadaran untuk menghormati sesama masih sangat rendah, naluri untuk menindas sesama masih tinggi. meskipun ini hanya berdasarkan pada fakta yang cukup sepele sebenarnya, tidak tertib melepas dan menaruh sandal/sepatu. akibat dari ketidak tertiban tersebut sudah pasti sandal/sepatu jamaah lain yang sudah datang lebih dahulu terinjak-injak.

memang sepele tapi itu adalah satu cermin betapa kita belum bisa menghormati orang lain dan bersikap tertib. padahal kita sedang di masjid untuk melaksanakan sholat jumat yang salah satu fungsinya adalah sebagai wahana silaturrahim sesama muslim.

sampai kapan kita terus tidak mau mawas diri terhadap setiap tindakan kita??? aku punya pendapat bahwa setiap apa yang kita lakukan pasti punya efek bagi orang lain. permasalahannya adalah sebesar apa efek itu dan baik atau burukkah efek itu??

puasa dan tameng

Posted in cuap-cuap on September 18, 2007 by uklam

dalam setiap perhelatan atau pertempuran jaman dahulu, semua prajurit tentunya melengkapi dirinya dengan pedan dan tameng sebagai alat serang dan pertahanan dari serangan lawan. bisa saja tanpa adanya tameng seorang prajurit bisa bertarung dengan lincahnya menghadapi serangan musuh cukup bersenjatakan pedang, tapi itu saja tidak cukup u ntuk membuat dirinya merasa terlindungi dari berbagai model serangan, misalnya panah, tumbak dll….

trus kalo puasa udah dari kecil kita diajari tentang berbagai dasar, tujuan, fadhilah, manfaat dan seabreg pernak-pernik tentang puasa. Nah bagaimana kalo puasa yang luhur itu ternyata disandingkan dengan konteks kehidupan modern saat ini? yang notabene lekat dengan hedonisme dan  dan hura-hura?(ada bedanya nggak ya??? :-) setahuku se puasa itu