Sandal jepit dan kesewenang-wenangan
Jumat kemaren merupakan jumatan pertama dibulan Ramadhan…karena telat akhirnya hanya bisa duduk di barisan paling belakang sambil mendengarkan khutbah dari sang khatib yang tetap bersemangat meskipun panasnya ampun-ampun
> Nah karena diluar itulah aku bisa mengamati setiap perilaku para jamaah ketika hendak menuju masjid, mau masuk masjid. Dari sebagian perilaku yang aku lihat itu aku jadi malu sendiri sebagai mahasiswa sebuah kampus ternama di Indonesia timur, ITS terlebih lagi kalau harus disandingkan dengan agama. Betapa seorang muslim akademisi, dari golongan terdidik dan terpelajar ternyata kesadaran untuk menghormati sesama masih sangat rendah, naluri untuk menindas sesama masih tinggi. meskipun ini hanya berdasarkan pada fakta yang cukup sepele sebenarnya, tidak tertib melepas dan menaruh sandal/sepatu. akibat dari ketidak tertiban tersebut sudah pasti sandal/sepatu jamaah lain yang sudah datang lebih dahulu terinjak-injak.
memang sepele tapi itu adalah satu cermin betapa kita belum bisa menghormati orang lain dan bersikap tertib. padahal kita sedang di masjid untuk melaksanakan sholat jumat yang salah satu fungsinya adalah sebagai wahana silaturrahim sesama muslim.
sampai kapan kita terus tidak mau mawas diri terhadap setiap tindakan kita??? aku punya pendapat bahwa setiap apa yang kita lakukan pasti punya efek bagi orang lain. permasalahannya adalah sebesar apa efek itu dan baik atau burukkah efek itu??