Archive for the Environment Category

Amuba Pemakan Otak Hidup di Danau

Posted in Environment, ngutip on October 2, 2007 by uklam

amuba dalam jaringan otakIni bukan kisah dalam film bergenre science fiction, tapi benar nyata terjadi. Enam orang warga Amerika dinyatakan tewas setelah diserang amuba pemakan otak setelah mereka berenang di danau. Amuba tersebut masuk ke tubuh lewat lubang hidung lalu menyerang otak dan menyebabkan kematian.

Menurut badan pencegahan penyakit AS (Center for Disease Control and Prevention/CDC), amoba yang bernama Naegleria ini telah menyebabkan kematian 23 orang di AS selama tahun 1995-2004. Tahun ini enam orang tewas akibat sebab yang sama, masing-masing kasus terjadi di wilayah Florida, Texas, dan Arizona.

“Amuba ini adalah jenis yang hidup di suhu hangat. Makin hangat temperatur air, mereka jadi lebih agresif. Kami menduga kasus ini akan bertambah banyak di masa mendatang mengingat suhu bumi makin lama makin hangat,” kata Michael Beach, dari CDC.

Meskipun amuba Naegleria sejauh ini baru diketahui berada di wilayah selatan, namun amuba ini diperkirakan hidup di semua danau, sumber air panas, kolam renang yang kotor, rumput, serta bakteri di tanah.

Menurut Beach, amuba ini akan menginfeksi jika seseorang berenang hingga ke dasar, terutama ketika kemasukan air lewat hidung. Amuba yang masuk akan menyerang ke sistem saraf di organ penciuman, dengan begitu ia akan terus masuk ke dalam sel-sel otak dan memakannya.

Orang yang terinfeksi pada umumnya mengeluhkan lehernya kaku, sakit kepala, dan demam. Pada tahap lanjut, penderita menunjukkan gejala kerusakan otak, seperti halusinasi dan perubahan perilaku. “Orang yang terinfeksi kecil kemungkinannya bisa bertahan,” kata Beach.

sumber http://kompas.com/

Lapisan Ozon Kian Kritis Pada 20 Tahun Mendatang

Posted in Environment on September 18, 2007 by uklam

Lapisan ozon di Bumi akan makin kritis pada 10 hingga 20 tahun mendatang, menyusul kian meningkatnya konsentrasi emisi gas rumah kaca.

“Untuk 10 hingga 20 tahun mendatang kondisi lapisan ozon di Bumi akan semakin kritis jika tidak ada satu pun tindakan yang merujuk pada Konvensi Wina tahun 1985, juga Protokol Montreal tahun 1987 serta berbagai amandemen dan penyesuaiannya,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Michel Jarraud, dalam siaran persnya yang diterima oleh ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dikatakannya, berbagai gas buang, seperti “chlorofluorocarbons” (kloroforkarbon dan hidrokloroforkarbon) telah semakin memperburuk kondisi lapisan ozon di Bumi.

“Ketika berbagai elemen gas di dalam ozon mulai meningkat, maka amat dibutuhkan cara yang penuh dengan kehati-hatian untuk melakukan perbaikan pada lapisan ozon itu. Berbagai perubahan pada iklim global memiliki banyak implikasi pada perbaikan lapisan ozon itu,” kata Jarraud.

Menurut dia, dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca pada lapisan atmosfir Bumi, maka lapisan ozon di daerah kutub-kutub Bumi akan semakin menyusut.

“Padahal secara alamiah lapisan ozon dapat melindungi makhluk hidup di Bumi dari sinar ultraviolet (UV) yang dapat mengakibatkan kanker atau katarak,” katanya.

Secara faktual, emisi gas rumah kaca dapat semakin meningkatkan suhu pada permukaan Bumi, padahal dengan lapisan ozon itu lapisan atmosfer di Bumi dapat semakin diturunkan atau didinginkan.

Hal tersebut kembali dipresentasikan oleh WMO dalam makalah yang menandai ulang tahun ke 20 dari badan resmi PBB yang dibentuk berdasarkan Protokol Montreal mengenai berbagai hal yang dapat mengurangi lapisan ozon itu.

Pada tahun 2007 ini, lubang pada lapisan ozon di Antartika tampak lebih besar dibandingkan pada 2006 lalu yang merupakan lubang paling besar serta paling parah yang pernah dicatat.

“Dalam beberapa minggu terakhir ini pertumbuhan dari lubang itu tampak sama seperti yang telah diamati pada 2006. Tetapi saat ini sangat dini untuk mengatakan seberapa besar lubang pada lapisan itu,” tambah Jarraud.

Sumber : http://www.antara.co.id